Original, Trial, Crack.. mungkin dah gak asing buat kita, pilih original yang mahal buanget, pilih Trial yang masih gak lengkap, atau pilih ngecrack yang gak jelas. diantara ketiga pilihan mungkin yang bersaingan ketat antara original dengan crack. dimana kedua versi tersebut mempunyai fungsi dan fitur yang sama persi. mungkin opsi kedua merupakan yang paling dipilih oleh masyarakat dengan pendapatan perkapita rendah seperti negara kita tercinta dulu (ga papa kok, sampai saat ini penulis juga masih pilih yang opsi kedua kok), bukanya apa-apa cuman ungkapan moral terhadap penghormatan karya cipta orang lain aja kok.![]()
ada cuplikan realita yang sebenarnya tak berhubungan dengan judul bahasan tapi hanya sebagai bahan renungan, si Doel (bukan nama sebenarnya) berniat membeli komputer dengan uang tabungannya selama setahun dari hasil menjual koran. Dia ingin membeli komputer karena sering melihat orang sukses yang lagi nenteng laptop. Dalam benak hatinya berkata”KOmputer bisa membuat orang menjadi sukses yakz” sambil nonton acaranya tukul arwana, hasil pecah celengan.. ngumpul uang 1,4 juta dalam bermacam lembaran kusut bercampur dengan recehan. Beli baru gak dapat.. akhirnya beli second pentium 3. Sambil tersenyum bangga, langsung tancep kabel colok listrik.. lohh, kok gak da gambarnya… cuma item dan tulisan aja. Balik lagi dia ke toko dan mendapat penjelasan “wong gak ada Windowsnya nya mas, gmana ada gambarnya“
“kalo beli windows berapa to mas?” tanya doel sambil merogoh sakunya yang tinggal 25 ribu. “empat belas mas, tapi nginstal sendiri” jawab pegawai toko sambil maen game. “ya udah.. beli satu aja, ni mas uangnya” respon si dol sambil menyodorkan uang 15 ribu ke pegawai toko tadi. dengan nata melotot, pegawai toko setengah teriak “window ori hrganya satu juta empat ratus ribu rupiah… pass“. wajah kusut makin kusut bercampur keringat. Bibir hitam bergetar menahan sesaknya pasrah. Lutut yang mulai menyeret kearah pulang. terbayang penantian lama setahun depan baru bisa belajar. Komputer dibungkus masuk dus seiring buyarnya cita-cita agar hidup bisa berubah. Diambilnya sisa koran yang belum terjual untuk dijajakan lagi…
dari cuplikan yang gak nyambung tadi mungkin kita bisa memilah mana yang terbaik buat kita
gambar diambil dari tempointeraktif,
tulisan inspirasi dari Trend Pulsa mei 07











kalo aku seh milih yang bajakan … he…
murah meriah…
Comment by Dikau — May 8, 2007 @ 12:45 am |
Hi udah di link balik yah …tengkiyu
Comment by tata — May 9, 2007 @ 8:51 pm |
Bahasanya keren juga, tuh cerita original apa cerita crackan doang? (baca: dongeng) Hehehe. iya ya, sedih juga ngebacanya.
Comment by Zoe — July 1, 2007 @ 1:45 pm |