Slank Isi Karakter Game

slank game

Lewat Lilo Online, Undang Penggemar Berkunjung ke Potlot
JAKARTA – Novelis muda Rachmania Arunita tak henti melakukan hal-hal baru. Setelah merilis buku terbarunya dengan model e-book, penulis cerita sukses Eiffel I’m in Love itu kini menciptakan sebuah game online yang bisa diakses via internet. Nantinya, game itu juga bisa dimainkan di handphone, namun dengan fitur yang lebih terbatas.

Game online ciptaan perempuan yang kerap disapa Nia itu bernama Lilo Online. “Ini game online yang Indonesia banget. Meski nantinya di-franchise ke beberapa negara, tapi aku memasukkan berbagai unsur dan fitur yang benar-benar Indonesia,” jelasnya.

Bagi Nia, menghasilkan karya berupa game online itu merupakan sesuatu yang baru. Dia tiba-tiba berminat untuk membuat karya seperti itu saat dirinya jenuh menulis dan ingin membuat karya lain di luar tulisan. “Waktu itu awal 2006, saat aku mandek menulis. Aku ingin membuat sesuatu yang berbeda,” ungkap ibu seorang anak itu.

Grup band Slank adalah pihak pertama yang dihubungi Nia untuk mendukung programnya tersebut. Kelompok yang terdiri atas Bimbim (drum), Kaka (vokal), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bass) itu diminta untuk terlibat sebagai pengisi lagu dan sebagian tokoh yang ada di Lilo Online.

Dalam game tersebut, Bimbim dan kawan-kawan bisa ditemui di Little Potlot, salah satu kawasan yang terdapat di Lilo City. Menurut Nia, Little Potlot adalah ilustrasi yang sesungguhnya dari Gang Potlot, markas Slank, di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Nia tertarik untuk menggambarkan markas Slank itu karena Slank memiliki banyak penggemar berat yang tergabung dalam Slankers. Nia mengatakan, tidak semua Slankers bisa berkunjung ke Potlot karena terpisah jarak. “Saya tahu, Slankers tidak hanya ada di Indonesia. Tapi, di luar negeri. Dengan Lilo Online ini, semua Slankers bisa berkunjung ke Potlot lewat Little Potlot,” ulasnya.

Tanpa pikir panjang, Slank langsung menerima tawaran Nia. Bimbim mengatakan, Slank seperti menerima sesuatu yang baru di usianya yang kini sudah tidak muda lagi. Selain itu, apa alasan Slank tertarik di-game-kan? “Nia cantik, waktu ngobrol kelihatan pintar, itu sudah poin banget buat kami,” ujar Bimbim lantas tertawa.

Nia memang sudah mengincar Slank, jauh sebelum konsep game-nya matang untuk dibuat. Menurut dia, figur para personel Slank sangat cocok untuk mengisi tokoh-tokoh dalam game ciptaannya. “Selain itu, Slank Indonesia banget. Jadi, cocok untuk Lilo yang memang sangat Indonesia,” tegasnya.

Lalu, bagaimana cara Nia mengenali karakter Kaka, Bimbim, dan tiga personel lain? “Dikencani satu-satu. Hahaha..nggak-nggak. Aku observasi saja. Ngobrol intens dengan mereka selama empat bulan. Semacam brainstorming gitu. Itu sudah cukup,” jelas Nia.

Slank menciptakan satu lagu khusus berjudul Lilo untuk game itu. Lagu tersebut direkam pada Oktober 2006. “Yang berminat lagu ini nantinya bisa di-download di internet. Bisa buat ring back tone juga,” ujar Kaka. (gen)

Jawapos,11 januari 2007

Leave a comment

Filed under litle news

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s