Mahalkah Pendidikan di Indonesia

Sekolah…

Sekolah…

Sekolah…

Kuliah…

Kuliah…

Lulus..

Pengangguran..pendidikan
Dah berapa banyak biaya yang kita keluarkan untuk biaya pendidikan, tapi setelah lulus (S1 lah, S2 lah, S3 lah, S ting-ting lah) malah pengangguran, gak menciptakan lapangan pekerjaan malah mencari lapangan pekerjaan. He… mungkin ini fenoma yang sudah gak asing lagi.., itu terjadi mungkin karena seharusnya sekolah merupakan sebuah wadah yang berguna untuk belajar, akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu sekolah telah bergeser fungsinya. Sekolah yang dulu merupakan tempat untuk menimba ilmu, sekarang telah menjadi sebuah tempat yang digunakan untuk ngeceng. Pergi ke sekolah bagi anak-anak sekarang, tak ubahnya sebuah ajang untuk bermain. Kondisi yang demikian sebenarnya siapa sih yang patut disalahkan (system pendidikannya, Manusianya atau factor XX yang lainnya)

Apa karena biaya pendidikan yang mahal, sehingga fungsi pendidikan menjadi bergeser, mentang-mentang da bayar mahal, trus sekolah seenaknya sendiri. Gak seperti zaman dahulu, ketika masih zamannya sekolah rakyat, para siswa tidak perlu bayar mahal-mahal untuk bisa sekolah dan hasilnya pun bisa dibandingkan. La sekarang biaya dah mahal tapi…..

Persoalan pendidikan kali ini mengenai mahalnya biaya pendaftaran masuk sekolah dan Perguruan Tinggi. Persoalan ini memang persoalan klasik yang selalu hadir dari tahun ke tahun saat tahun baru ajaran akan dimulai. Tapi persoalan besarnya biaya pendidikan yang timbul tidak bisa dianggap persoalan yang remeh, karena hal ini menyangkut keadilan dan hak bagi seluruh anggota masyarakat untuk bersama-sama mendapat pendidikan yang bermutu dan berkualitas.

Mengapa pendidikan jadi mahal untuk masyarakat? KORUPSI-kah penyebabnya? Kekayaan negara ini yang seharusnya dipakai untuk menyiapkan masyarakat untuk masa depan kelihatnya bocor (lebih dari 30%) – ke mana ya? Kepedulian pemerintah terhadap pendidikan sangat rendah, terlihat dari anggaran negara untuk pendidikan (dibawah 5% – sebenarnya), dibanding Malaysia 25% dan Thailand 30%. Kayaknya pemerintah kita sadar bahwa kalau masyarakat sudah berpendidikan dengan baik mereka tidak mungkin dipilih lagi. Apakah, ini pola pikir yang dipakai pemerintah kita untuk mempertahankan dirinya (kekuasaanya)?

Apakah kita termasuk betul-betul peduli mengenai “ORANG NGGAK MAMPU”, dan peduli masa depan negara ini? Mengapa kita tidak berjuang secara berani untuk memberantas korupsi daripada meminta sumbangan saja. Kapan negara kita akan maju kalau solusinya selalu hanya meminta dan kapan kita mau berusaha untuk memperbaiki negara kita kalau tidak dari sekarang dan dimulai dari anda, saya dan kita semua?

 

gambar diambil dari jawapos 03 mei 07
tulisan dari berbagai sumber 


2 Comments

Filed under tulisan2 tak bermutu

2 responses to “Mahalkah Pendidikan di Indonesia

  1. ya begitulah sistem yang amburadul di Indonesia negara kita tercinta, sebenarnya nggak hanya masalah biaya saja yang mahal. Fenomena yang tertanam di benak siswanya sendiri juga berubah, kalau dulu seseorang mau sekolah karena ingin belajar dan mendapatkan ilmu yg lebih, tapi sekarang sekolah hanya menjadi tempat mencari standard untuk mencari syarat minimal tuk mendapatkan pekerjaan ato istilahnya hanya manjadi ajang meraih gelar.. ironi memang.
    Tapi banyak juga seh yang bisa survuve trus jadi pinter, tapi ironinya lagi kepinterannya banyak yang hanya digunakan untuk kepentingan pribadi ato golongannya saja.. jadi ingat dulu dapat pelajaran “mengutamakan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan”, yang sekarang hanya jadi isapan jempol belaka.
    Dan di indonesia sekarang yang yang di sebut “orang pinter” adalah dukun, lucu memang Indonesia ini..
    Tapi kalo udah seperti ini apakah kita harus lari dari kenyataan… trus mau dikemanakan Indonesia kalo gini terus2an.. Jawabannya ada pada diri kita masing2. Bener juga kata2 Aa Gym (tapi bukan maslah poligaminya looh), mulai dari diri kita sendiri.. mulai dari yang kecil.. dan mulai dari sekarang… kita berusaha memberikan sumbangan tenaga dan pikiran bwt Indonesia.
    n satu lagi jadi ingat neh petuah bijak dari Thukul Arwana.. “hidup itu praktek, bukan teori”.. hee3.

  2. sory gan ane copy didkit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s